Rabu, 02 November 2011

Landasan Hidup Religius

Landasan adalah sebagai pondasi atau sebuah dasar pijakan bagi siapapun manusia yang hidup di dunia ini karena tanpa landasan, maka manusia hidupnya tidak punya arah yang jelas untuk membawa kemana orientasi hidupnya. Orang yang hidupnya tidak punya landasan perumpamaannya adalah ibarat bangunan yang berdiri diatas pasir yang sewaktu-waktu bisa roboh jika gelombang datang. Oleh karena itu manusia harus sadar dan mempunyai landasan hidup yang mereka pegang. Ada beberapa ciri orang yang memiliki landasan hidup
  1. Manusia harus memahami dirinya dan tau kemana arah dan tujuan hidupnya.
  2. Manusia harus menyadari tentang dirinya dan bagaimana memerankan dirinya.
  3. Manusia harus mengenal dengan melihat tanda-tanda kekusaaanNya, sehingga manusia sadar untuk lebihcondong untuk mengikuti perintahNya dan menjauhi semua laranganNya.
  4. Manusia harus bisa membaca kondisi lingkungan dengan petunjuk pedoman hidup manusia, apakah sudah sesuai atau belum.
B. Agama (Religius)
Petunjuk tersebut dikenal dengan nama agama, yang berasal dari bahasa Sansekerta (bahasa India kuno), yang berarti: a = tidak, dan gama = kacau. Jadi yang dimaksud dengan agama adalah peraturan-peraturan yang dipergunakan untuk mengatur manusia agar hidupnya di dunia ini tidak kacau.
Menurut Rokeach dan Bank bahwasannya nilai merupakan suatu tipe kepercayaan yang berada pada suatu lingkup sistem kepercayaan di mana seseorang bertindak untuk menghindari suatu tindakan, atau mengenai sesuatu yang dianggap pantas atau tidak pantas. Ini berarti pemaknaan atau pemberian arti terhadap suatu objek. Sedangkan keberagamaan merupakan suatu sikap atau kesadaran yang muncul yang didasarkan atas keyakinan atau kepercayaan seseorang terhadap suatu agama.
Menurut Gay Hendricks dan Kate Ludeman dalam Ari Ginanjar, terdapat beberapa sikap religius yang tampak dalam diri seseorang dalam menjalankan tugasnya, di antaranya:
  • Kejujuran
Seorang siswa yang selalu tidak jujur dalam ujian, hanya akan menghasilkan prestasi ‘semu’. Sifat tercela itu akan terus terbawa ketika bekerja dan berinteraksi dalam lingkungan berikutnya. Kebohongan yang pertama akan disusul kebohongan- kebohongan berikutnya.
  • Keadilan
Keadilan adalah memberikan sesuatu kepada orang lain sesuai dengan haknya. keadilan itu bersifat mutlak dan setiap manusia itu sulit untuk melakukan keadilan malah banyak manusia melakukan hal sebaliknya tidak melakukan keadilan tetapi melakukan kecurangan, di zaman sekarang ini sulit sekali menemukan manusia yang berlaku adil. Ciri – ciri keadilan itu sendiri adalah tidak memihak, seimbang dan melihat segalanya sesuai dengan proporsinya baik secara hak dan kewajiban dan sebanding dengan moralitas. Contoh: Guru memberikan nilai kepada siswa sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.
  • Bermanfaat Bagi Orang Lain
Orang yang baik adalah orang yang bermanfaat kepada orang lain, tanpa bermanfaat kepada orang lain kita tidak akan disebut dan dipandang baik. Bagaimana mungkin hanya dengan diam, tidak bermanfaat, orang mengatakan baik kepada anda?
Bermanfaat kepada orang lain seperti membantu nenek yang sedang menyebrang jalan,membantu orang tua yang mengakat barang bawaan yang berat,membantu orang tua yang kesulitan,hingga membantu untuk memberikan bantuan baik berupa materiil dan non materiil.
  • Rendah Hati
Rendah hati bukan berarti kita selalu berkata merendah bila ditanya seseorang. Bila ditanya selalu menjawab saya bukan apa-apa atau saya tidak bisa apa-apa. Untuk dipuji rasanya sangat sulit sekali. Ini bukan rendah hati tetapi minder namanya. Rendah hati atau humble, mencerminkan sikap tidak sombong, dan bersedia untuk mengakui kehebatan orang lain. Dengan adanya sikap rendah hati, kita bisa mengikis rasa ego kita, dan mau belajar dari orang lain. Ujung- ujungnya, semua itu menentukan seberapa besar jiwa kita.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa melatih sikap rendah hati kita dengan cara menyapa orang sebelum disapa, tersenyum sebelum orang senyum pada kita, sering mengucapkan dua kata sakti “Terima Kasih”, dan “Tolong”. Rendah hati juga menyangkut kesediaan untuk diajar, dan mengajar orang lain. Seberapa sering kita mempraktekkan sikap rendah hati, itulah yang akan menentukan jiwa kita sesungguhnya.
  • Bekerja Efisien
Kemampuan mengatur waktu sangat penting agar orang dapat bekerja secara cepat dan efisien. Jika tidak pandai mengaturnya, bisa-bisa banyak energi terkuras, sementara pekerjaan tidak satu pun terselesaikan.
  • Visi ke Depan
Setiap pria dan wanita sukses adalah pemimpi-pemimpi besar. Mereka berimajinasi tentang masa depan mereka, berbuat sebaik mungkin dalam setiap hal, dan bekerja setiap hari menuju visi jauh ke depan yang menjadi tujuan mereka.
  • Disiplin Tinggi
Disiplin diri adalah sebuah cara untuk membuat impian anda menjadi kenyataan. Disiplin diri juga adalah cara untuk mengubah kelemahan anda menjadi kekuatan. Tanpa disiplin, sekalipun anda tahu apa yang anda inginkan - anda tidak bisa mencapainya. Tanpa disiplin, sekalipun anda tahu apa yang TIDAK anda inginkan, anda tidak mampu menghindarinya.
Disiplin diri adalah penting dalam mengisi hidup. Memang diperlukan usaha, kemauan, dan juga pengorbanan - tapi ingat semua itu bukan hukuman. Melainkan jembatan bagi anda untuk mencapai kemungkinan tertinggi dan terbaik.
Bagaimana membuat diri kita disiplin? Anda sudah memiliki segala yang diperlukan. Tidak lebih dari mengendalikan tindakan anda sendiri, dan anda sudah belajar ini sejak kecil. Untuk mendisiplinkan diri, kita harus MEMUTUSKAN untuk melakukan hal itu. Disiplin diri bisa anda miliki dan gunakan saat anda siap untuk menghidupkan impian anda.
  • Keseimbangan
Seseorang yang memiliki sifat religius sangat menjaga keseimbangan hidupnya, khusunya empat aspek inti dalam kehidupannya, yaitu: keintiman, pekerjaan, komunitas dan spiritualitas.
Jadi hidup yang religius itu bukan hanya ketika seorang melakukan kegiatan ritual (beribadah) tetapi harus di wujudkan dalam berbagai sisi kehidupan. Dan bukan hanya melalui kegitaan yang tampak dan dapat dilihat dengan mata, tetapi juga kegiatan yang tidak tampak dan terjadi dalam hati seseorang.
C. Manfaat Hidup Religius
Sebagaimana yang kita ketahui bahwa tujuan hidup di dunia ini dari dulu sampai sekarang adalah ingin mencapai kebahagiaan hidup. Dan untuk itu manusia memiliki akal pikiran dengan kemampuan yang sangat hebat. Dengan akal pikiran tersebutlah manusia dapat memiliki ilmu pengetahuan yang sangat tinggi, mampu menciptakan alat-alat teknologi yang sangat canggih, yang apabila hasil hasil penemuan manusia yang sekarang ini diceritakan pada zaman dahulu kala, pasti akan dianggap sebagai hal yang irrasional (tidak masuk akal).
Akan tetapi seberapa jenius dan cerdasnya akal pikiran manusia, ternyata memiliki tiga kelemahan yang tidak dapat dijawab oleh akal pikiran itu sendiri. Tiga kelemahan tersebut adalah:
  1. Akal pikiran itu tidak dapat mengetahui hakekat kebenaran. Buktinya banyak teori kebenaran yang dikemukakan oleh para ahli yang berbeda-beda antara teori yang satu dengan yang lain, padahal kita tahu dengan pasti bahwa kebenaran yang sejati hanyalah satu.
  2. Akal pikiran itu tidak dapat mengetahui letak pasti kebahagiaan hidup. Buktinya seringkali sesuatu yang dibayangkan oleh seseorang akan dapat membahagiakan hidupnya sehingga seluruh tenaga, waktu bahkan uang yang dia punya dipergunakan untuk mencapai tujuan tersebut, namun setelah tercapai, ternyata malah membawa kesengsaraan hidup yang berkepanjangan.
  3. Akal pikiran itu tidak dapat mengetahui asal muasal manusia. Artinya meskipun akal pikiran itu sangat cerdas, jenius, brilian, ternyata tidak dapat menjawab tujuh macam pertanyaan berikut:
  • Dari mana manusia itu datang sebelum hidup di dunia ini?
  • Mengapa manusia itu harus hidup di dunia ini? Siapa gerangan yang menghendaki kehidupan manusia di dunia ini?
  • Untuk apa manusia hidup di dunia ini?
  • Mengapa setelah manusia terlanjur senang hidup di dunia dia harus mati; padahal tidak ada seorangpun yang senang mati?
  • Siapa gerangan yang menghendaki kematian manusia?
  • Kemana nyawa manusia setelah mati dan bangkainya dikubur?
Ketiga macam kelemahan akal fikiran manusia tersebut di atas adalah bukti yang nyata bahwa manusia mutlak memerlukan petunjuk yang dapat mengatasi ketiga kelemahan akal tersebut dan yang dapat memberikan bimbingan kepada manusia agar hidupnya di dunia ini dapat memiliki ketenangan dan ketentraman jiwa yang menjadi faktor penentu bagi kebahagiaan hidup.

1 komentar:

murti ramayuni mengatakan...

terima kasih atas informasi materinya tetapi ada beberapa materi yang tidak bisa dibuka, kalau bisa cantumkan juga contoh rplnya

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews